Banjir di Jakarta

Banjir merupakan fenomena tahunan yang terus berulang di Jakarta. sehingga kita sudah tidak asing lagi ketika mendengar kabar bahwa Jakarta mengalami kebanjiran. Banjir di Jakarta merupakan masalah yang multidimensional mulai dari minimnya kawasan resapan air, curah hujan yang tinggi dan tentunya masalah tentang sampah. Kurangnya ruang terbuka hijau atau rth membuat kawasan resapan air berkurang sehingga menyebabkan banjir. 

Saat ini pembangunan gedung dan hotel di wilayah Jakarta pun semakin padat dan menyebabkan penggunaan air tanah secara berlebihan, semakin ke sini semakin banyak juga penduduk yang tinggal di tepian sungai sehingga membuat daerah resapan air menjadi hilang akibatnya air tidak bisa diserap lagi dan terjadilah banjir. Ketika musim hujan tiba curah hujan pun otomatis meningkat ibukota Jakarta telah dilanda curah hujan yang tinggi sejak tahun 2013 dan terus meningkat setiap tahunnya sungai dan daratan di Jakarta pun sudah tidak bisa menampung volume air yang besar lagi. 

Penyebab banjir di Jakarta berikutnya adalah kebiasaan warga yang membuang sampah sembarangan. Menurut data dari kementerian lingkungan hidup dan kehutanan menyebut ada sekitar 7000 ton sampah yang dibuang di sungai Ciliwung setiap harinya. Dari 7000 ton ini, hanya 75% sampah yang bisa diangkut. Bahkan 180 ton sisanya mengendap dan mencemari sungai. Kebiasaan buruk masyarakat inilah yang mestinya harus dihilangkan dan disadari, bukan hanya untuk warga Jakarta saja tetapi seharusnya seluruh masyarakat Indonesia bertanggung jawab akan hal ini terutama untuk mereka yang tinggal di daerah yang rawan banjir.